DISDUKCAPIL KOTA PALEMBANG
Ini Penyebab Disdukcapil Palembang Belum Terbitkan E-KTP untuk Transgender
Ilustrasi E-KTP

Palembang, Sonora.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang melaporkan hingga kini belum ada permohonan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) bagi penduduk transgender di Palembang.

Hal ini diungkapkan, Kepala Disdukcapil Kota Palembang, Dewi Isnaini ketika diwawancarai, Kamis (09/09).

Sebagai informasi, kini transgender masuk dalam prioritas untuk dilakukan pendataan dan penertiban dokumen. Pendataan untuk penduduk transgender adalah bagian dari pendataan dan penertiban dokumen kependuduk bagi penduduk rentan administrasi kependudukan (adminduk).

Namun, lanjut Dewi, hingga kini pihaknya belum menerima laporan permohonan pembuatan E-KTP dari penduduk transgender, sehingga pihaknya belum menerbitkan satu pun E-KTP untuk penduduk transgender di Palembang.

Meski begitu, pihaknya siap memberikan pelayanan kepada penduduk transgender apabila ada permohonan pembuatan E-KTP.

“Pada prinsipnya kita siap memberikan pelayanan kepada penduduk transgender, tapi hingga sekarang kita belum menerima laporan,” ungkap Dewi.

Dewi menambahkan, pihaknya mengaku siap melakukan upaya jemput bola apabila ada laporan dari penduduk hingga komunitas transgender yang ingin melakukan pembuatan KTP.

“Kalau ada laporan dari penduduk atau komunitas transgender kita siap melakukan upaya jemput bola, tapi masalahnya sekarang belum ada laporan. Sedangkan upaya jemput bola memang secara rutin terus kita lakukan kepada orang terlantar, orang sakit hingga ODGJ, karena kita menerima laporan,” tutupnya.

sumber : https://www.sonora.id/read/422882218/ini-penyebab-disdukcapil-palembang-belum-terbitkan-e-ktp-untuk-transgender

Ini Cara dan Syarat Membuat KIA, Orangtua Wajib Tahu
Dirjen Zudan menyerahkan kartu identitas anak (KIA) kepada anak-anak Indonesia. (Foto: Dok. Dukcapil)

Jakarta – Pemberian kartu identitas pada anak mulai diiniasi oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 untuk menunjukkan negara hadir memuliakan dan mendorong kemandirian anak. Negara juga memberikan perlakuan non diskriminatif bahwa anak memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang WNI. 

Sebelumnya, kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, anak-anak hanya diberikan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran dan dokumen bersama berupa Kartu Keluarga. Sementara semua WNI yang berusia 17 tahun ke atas diberikan KTP elektronik dan banyak dokumen lainnya seperti akta perkawinan dan lainnya.

“Kesannya anak belum mendapat perhatian sungguh-sungguh. Makanya Ditjen Dukcapil Kemendagri berijtihad berdasarkan ide Presiden Jokowi untuk merancang kartu identitas anak (KIA) yang berlaku secara nasional. Pak Tjahjo Kumolo Mendagri saat itu langsung setuju dan menerbitkan Permendagri No. 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak,” kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Senin (13/9/2021)

Sesuai Permendagri No. 2 Tahun 2016, Perpres 96 Tahun 2018, dan PP 40 Tahun 2019, membuat KIA tidaklah sulit.  

“Pembuatan KIA juga tentunya sangatlah mudah, untuk anak yang baru lahir cukup dengan fotokopi akta kelahiran dan mengisi formulir F1.02. Khusus untuk anak usia 5-17 tahun kurang 1 hari ditambah dengan pas foto berwarna ukuran 2x3cm sebanyak dua lembar,” kata Dirjen Zudan.

Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama menambahkan, KIA buka cuma tanda pengenal anak. KIA sudah banyak dimanfaatkan oleh Pemda Kabupaten/Kota, di antaranya untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas, dan Rumah Sakit. 

“Anak juga bisa bertransaksi di bank misalnya membuat buku tabungan, membuat paspor, membeli buku sekolah dengan harga diskon di toko buku, dan sejumlah tempat wisata yang memberi promo berupa potongan harga bagi pemilik KIA. dan yang terpenting adalah untuk mencegah terjadinya perdagangan anak,” kata David.
 
Itu sebabnya dirinya sangat mendorong masyarakat khususnya orangtua agar lebih peduli pentingnya KIA bagi anak. “Tentunya KIA ini sangat bermanfaat dan mendatangkan impact yang baik, ini juga diharapkan dapat meningkatkan awareness akan pentingnya seorang anak mempunyai KIA,” pungkasnya. Dukcapil***

sumber : dukcapil.kemendagri.go.id